Tips Berziarah Di Sekitar Masjid Nabawi Madinah

paket-umroh-murah-bekasi-2018

Tips Berziarah Di Sekitar Masjid Nabawi Madinah. Inilah beberapa tips bagi jamaah umroh murah bekasi dan kota-kota lainnya yang akan berziarah ke Masjid Nabawi agar nyaman dan barokah. Serta sesuai tuntunan Rasulullah.

  • Bagi setiap orang yang melaksanakan ibadah umroh dan haji, sebagaimana dijelaskan dalam bab-bab sebelumnya, belum lengkap rasanya bila tidak berkunjung ke Madinah, terutama ke Masjid Nabawi. Sebelum berangkat ke Madinah dianjurkan untuk berdoa.

Doa tersebut berbunyi:

Rabbi adkhilni mudkhala shidqin wa akhrijni mukhraja shidqin waj’alni min ladunka sulthanan nashiran

Ya Tuhan-Ku, masukkanlah aku dalam keadaan baik dan keluarkanlah dalam keadaan baik pula dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang senantiasa memberikan pertolongan.

  • Ketika berangkat menuju ke Madinah, berniatlah di dalam hati untuk mengunjungi Masjid Nabawi dan berziarah ke makam Muhammad SAW. Setibanya di Madinah, disunnatkan membaca doa masuk kota Madinah.

Doa tersebut berbunyi:

Allahumma hadza harama rasulika li wiqayatan min al-nari wa amanan min al-adzabi wa sua al-hisabi

Ya Tuhan, kota ini adalah kota suci utusan-Mu, maka jadikan ia sebagai pelindungku dari api neraka dan penyelamat dari siksa dan hisab dari amalku yang buruk.

Tips Berziarah Di Sekitar Masjid Nabawi Madinah

  • Setelah tiba di Madinah hendaklah beristirahat sejenak sebalum memulai ibadah dan ziarah ke Masjid Nabawi. Setelah beristirahat, maka bersegeralah berangkat menuju Masjid Nabawi untuk melaksanakan ziarah spiritual di Masjid tersebut. Bagi peziarah laki-laki dianjurkan untuk memasuki dari pintu al-salam.
  • Sedangkan bagi peziarah perempuan, dianjurkan untuk memasuki masjid melalui pintu al-Nisa. Pada dasarnya, memasuki Masjid Nabawi diperkenankan melalui pintu mana saja yang lebih dekat dari tempat peziarah, akan tetapi memilih pintu al-salam bagi laki-laki ataupun pintu al-nisa bagi perempuan lebih kepada mencari nilai keutamaannya saja.
  • Akan tetapi, berbeda halnya dengan Masjid al-Haram yang tidak menyediakan secara khusus pintu-pintu masuk maupun tempat shalat bagi perempuan, di Masjid Nabawi ini disediakan pintu-pintu masuk khusus bagi perempuan. Adapun nomor-nomor pintu masuknya adalah pintu no. 13, 14, 16, 17, 23, 24, 25, 26, 28, 29, dan 30. Sedangkan tempat shalat khusus bagi perempuan berada di sebelah timur laut dan barat laut Masjid Nabawi yakni berada pada shaf belakang di sisi kiri dan kanan masjid.
  • Setelah berada di dalam masjid, hal yang pertama dilakukan adalah mengerjakan shalat sunnat tahiyyatul masjid dua rakaat dan berdoa. Nabi sangat menganjurkan umatnya untuk mengerjakan shalat di masjid ini, sebab masjid ini memiliki keutamaan yang luar biasa bahwa pahala satu kali shalat di masjid ini setara dengan pahala seribu kali shalat di masjid lain sebagaimana diungkapkan beliau didalam hadisnya, Shalat di Masjidku ini lebih utama daripada seribu kali shalat di masjid lain selain Masjid al-Haram (HR. Bukhari dan Muslim).
  • Untuk mencari nilai keutamaan, shalat sunnat dan berdoa dapat dilakukan didalam al-Raudhah al-Syarifah yaitu suatu tempat yang terletak antara mimbar Nabi dan bilik makam beliau. Nabi bersabda, Suatu tempat antara rumahku dan mimbarku merupakan salah satu taman dari surga (HR. Bukhari dan Muslim).
  • Yang dimaksud dengan rumah Muhammad SAW adalah tempat yang saat ini menjadi  bilik makam beliau. Mengenai maksud salah satu taman surga dalam hadis ini, ada sedikit perbedaan pendapat para ulama. Pendapat pertama mengatakan bahwa Raudhah benar-benar bagian dari taman surga. Sedangkan pendapat kedua mengatakan tempat ini menyerupai surga dari segi turunnya rahmat dan terwujudnya kebahagiaan bila berdoa dan berzikir di tempat ini. Terlepas dari sedikit perbedaan tersebut, kedua pendapat ini bisa dibenarkan. Sebab bila shalat di masjid ini seseorang akan mendapatkan pahala seribu kali lipat, maka ketika shalat di Raudhah, seseorang akan mendapatkan makna lebih, ia akan merasakan kedamaian dan kepuasan batin yang tak terkira. Lalu, kenikmatan surgawi yang bagaimana lagi yang akan dicari?
  • Saat ini, Raudhah dibagi menjadi dua bagian secara melintang yang dibatasi dengan kain pemisah (satir) dengan posisi bilik makam Muhammad SAW berada di sebelah kiri dan mimbar beliau berada di sebelah kanan. Bagian depan diperuntukkan bagi peziarah laki-laki, dan bagian belakang diperuntukkan bagi peziarah perempuan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi pencampur bauran jemaah ketika sedang shalat dan berdoa, juga untuk memudahkan setiap jemaah dalam melaksanakan hal tersebut.
  • Selanjutnya, setelah selesai melakukan shalat, ucapkanlah shalawat dan salam yang diperuntukkan bagi Muhammad SAW dan kedua sahabatnya, Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Kemudian mulailah ziarah kemakam Muhammad SAW sembari berdoa:

Assalmu alayka ya habiballahi assalmu alayka ya sayyidal mursalina wa khataman nabiyyina, assalamu alayka wa ala alika wa ash-habika wa ahli baytika wa alan nabiyyina wa sa’irish shalihina: asyhadu annaka ballaghtar risalata, wa addaytal amanita, wa nashahtal ummata, fa jazakallahu anna afdhala ma jaza rasulan an ummatihi.

Salam bagimu, wahai Rasulullah. Salam bagimu, wahai utusan Allah dan penutup para Nabi. Salam bagimu, keluargamu, para sahabatmu, ahlul bait, para Nabi, dan segenap orang-orang saleh. Aku bersakdi bahwa engkau telah menyampaikan pesan, dan memberikan nasihat kepada umat. Semoga Allah melipatgandakan pahala kepadamu atas kebaikanmu terhadap umatmu.

Demikian beberapa Tips Berziarah Di Sekitar Masjid Nabawi Madinah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *