Shalat Arba’in di Masjid Nabawi Menurut Syar’i

paket-umroh-murah-2018-risalah-madina-travel

Shalat Arba’in di Masjid Nabawi. Pada dasarnya rangkaian ziarah di Masjid Nabawi hanyalah terdiri dari pelaksanaan shalat sunnat tahiyyatul masjid dua rakaat, bershalawat dan memberi salam penghormatan untuk Muhammad SAW dan kedua sahabatnya. Lalu berdoa untuk pribadi dan untuk seluruh kaum muslimin. Selanjutnya, seseorang diperbolehkan berdiam diri di masjid, baik untuk beristirahat sejenak, tadarrus Al Quran, maupun mengikuti shalat fardhu berjamaah, atau bila menginginkan, seseorang dapat mengulangi rangkaian ziarah tersebut di lain waktu dan kesempatan yang dimilikinya.

Shalat Arba’in di Masjid Nabawi Menurut Syar’i

Selain itu, diperbolehkan pula bila jemaah haji ingin melaksanakan shalat arba’in yaitu melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah di Masjid Nabawi sebanyak 40 kali shalat atau selama 8 hari. Nabi bersabda, Barangsiapa shalat di masjidku empat puluh kali shalat tanpa terputus, maka telah dicatat baginya keselamatan dan pertolongan dari api neraka, dan terlepas dari kemunafikan.

Hikmah dianjurkannya mengerjakan shalat arba’in adalah semata-mata memotivasi setiap orang untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan dan agar selalu mengerjakan kebajikan. Juga sebagai bentuk pembiasaan diri dalam hal kebajikan tersebut, disamping untuk melipatgandakan amal pahala sebagai tabungan di akhirat kelak. Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa pahala satu kali shalat di Masjid Nabawi setara dengan seribu kali shalat di masjid lain, maka berapakah pahala yang dapat kita rengkuh bila kita mampu melaksanakan lebih banyak? Tentu tak terkira.

Shalat Arba’in di Masjid Nabawi dan Tempat-Tempat Ziarah Lainnya

Disamping ziarah ke Masjid Nabawi, masih ada masjid-masjid lainnya yang bersejarah, sebagaimana dijelaskan pada bagian Masjid Nabawi dalam buku ini. Diantara masjid yang bersejarah tersebut, yaitu Masjid Qubbah, Masjid Qiblatayn, Masjid Ijabah, Masjid Jum’at, Masjid Syajarah, Masjid Masyrabah Ummu Ibrahim, Masjid Sajadah, Masjid Mustarah, dan lain-lain.

Disamping itu, juga akan makam Baqi di samping Masjid Nabawi, Gunung Uhud, Khandaq, dan lain-lain. Semuanya itu merupakan tempat-tempat yang mempunyai sejarah penting dalam perjalanan ajaran islam di Madinah.

Sedangkan jika ingin meninggalkan Madinah hendaknya membaca doa sebagai berikut:

Allahumma la taj’al hadza akhiral ahdi biharami rasulika, wa yassir li al-awdah Ilal haramani sabilan sahlatan bimannika wa fadhlika, warzuqnil afwa wal afiyata fid dunya wal akhirati, wa raddana salimina ghanimina Ila awthanina aminina.

Ya Allah, jangan Engkau jadikan hal ini sebagai akhir perjanjian dengan tanah suci Nabi-Mu, mudahkan bagiku untuk kembali ke kedua tanah suci (Mekkah dan Madinah) dengan segala kemurahan dan kemuliaanmu. Anugerahkanlah kepadaku ampunan dan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Kembalikanlah kami ke negeri asal kami dengan selamat, aman, dan tenteram.

Catatan:

Berkunjung ke Madinah dengan tujuan berziarah ke Masjid Nabawi dan makam Muhammad SAW, ataupun mengunjungi tempat-tempat bersejarah lainnya yang ada di Madinah, bukanlah perkara wajib yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji.  Bila seseorang tidak memiliki banyak waktu ketika berkunjung ke Madinah, maka utamakanlah berkunjung ke Masjid Nabawi untuk menziarahi makam Muhammad SAW.

Shalat Arba’in di Masjid Nabawi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *