Persiapan Ibadah Haji

Biaya-umroh-murah-2018

 

Persiapan Ibadah Haji. Hal pertama yang mesti dipersiapkan orang yang akan menunaikan ibadah haji adalah persiapan diri dan hati (batin), baru kemudian persiapan tiga macam kemampuan; kesehatan, finansial atau materi, dan keamanan-atau yang biasa disebut dengan persiapan lahir.

Allah Swt berfirman, Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula

seorang Nasrani, melainkan seorang yang lurus, muslim, dan tidak termasuk

orang-orang musyrik. Orang yang paling dekat dengan Ibrahim ialah

orang yang mengikutinya, nabi ini (Muhammad), dan orang yang beriman.

Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman

(Al-Imran [3]: 68).

Nabi Ibrahim adalah bapak agama yang lurus. Ia telah membukakan jalan keselamatan bagi kita semua. Dari sini, tak aneh jika kemudian terjalin satu ikatan spiritual yang sangat kuat antara diri Nabi Ibrahim dan kaum mukmin. Satu ikatan yang terus terjalin dan terbarui lima kali dalam sehari semalam melalui shalat wajib, yang memuncak pada bulan-bulan tertentu di setiap tahun untuk mengingat kembali landasan eksistensi spiritual kita melalui sejumlah manasik-yang setiap manasik mengandung makna yang lintas zaman dan membentuk perilaku individual dan sosial.

Persiapan Ibadah Haji Indonesia

Persiapan batin diawali dengan niat menunaikan ibadah haji hanya untuk menyempurnakan rukun Islam kelima dan mencari ridha Allah, bukan untuk pamer atau sekadar mencari gelar “pak haji” atau “bu haji”. Setelah itu, dia harus memantapkan diri untuk bertamu dan memenuhi panggilan Tuhan.

Dengan mengucap kalimat ini, hati para jamaah yang mendapat pancaran cahaya keimanan akan langsung terikat dengan Baitullah. Artinya, hati setiap mukmin harus tertuju pada panggilan Tuhan ini sebelum dirinya-secara fisik-pergi ke Baitullah. Mengingat kebesaran dan kemuliaan sang tuan rumah (Allah Swt), kita sebagai tamu-Nya-tentu harus membersihkan diri dari dosa-dosa dengan bertobat kepada-Nya sehingga jalan menuju ridha-Nya tidak terhalang oleh hal-hal keduniawian.

Kita juga harus melepas baju kesombongan dengan memberikan hak orang yang telah kita zalimi, mempererat tali silaturahim antarsesama, dan meminta doa dan restu kepada sesama, lebih-lebih kepada kerabat. Pendek kata, penghalang-penghalang duniawi akan terus menghambat jalan kita memenuhi panggilan-Nya tanpa kerelaan dan keridhaan mereka semua.

Persiapan lahir yang dimaksudkan ialah menyangkut tiga macam kemampuan: kesehatan, keuangan, dan keamanan. Berikut ini akan kami  jelaskan secara ringkas dan gamblang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *