Mengenal Sejarah Makkah Bersama Umroh Murah Bekasi

mengenal-sejarah-makkah-bersama-umroh-murah-bekasi

Mengenal Sejarah Makkah Bersama Umroh Murah Bekasi. Nabi Adam merupakan Nabi yang pertama kali mendirikan Ka’bah. Pada tahun 1500 SM yang tercatat adalah pada tahun pertama Ka’bah dan kembali didirikan. Berdua dengan putranya yang taat, Nabi Ismail, Nabi Ibrahim yang membangun Ka’bah dari bebatuan bukit Hira, Qubays, dan tempat-tempat lainnya. Semakin tinggi dari hari ke hari mereka membangun Ka’bah, dan akhirnya selesai dengan panjang 30 – 31 hasta, lebarnya 20 hasta. Pada awalnya bangunan tanpa atap, hanyalah empat tembok persegi dengan dua pintu. Di salah satu celah sisi bangunan yang diisi dengan batu hitam besar dikenal dengan nama Hajar Aswad. Batu ini tersimpan di bukit Qubays saat pada masa Nabi Nuh ketika banjir besar melanda. Batu ini sangat istimewa, karena batu ini diberikan oleh Malaikat Jibril.

Mengenal Sejarah Kota Makkah Bersama Umroh Murah Bekasi

Sampai pada saat ini, jutaan umat muslim dunia dapat mencium batu ini ketika saat menjalankan ibadah haji atau umrah, sebuah sejarah yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Setelah selesai dibangun, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru umat manusia agar berziarah ke Ka’bah yang didaulat sebagai rumah Allah SWT. Maka dari sinilah, awal mulanya haji, ibadah akbar bagi umat Islam di seluruh dunia. Karena Ka’bah tidak beratap dan temboknya yang rendah, sekitar dua meteran, barang-harang yang berharga di dalamnya sering sekali dicuri. Bangsa Quraisy yang memegang kendali atas Mekkah ribuan tahun setelah kematian Nabi Ibrahim yang berinisiatif untuk merenovasinya. Untuk melakukan hal tersebut, maka bangunan yang awal harus dirobohkan terlebih dahulu.

Makkah ialah kota paling suci bagi umat Islam. Lima kali sehari, lebih kurang 1.5 bilion Muslim tidak kira tempat mereka berada, pasti akan menghadap kiblat di Kota Makkah untuk bersembahyang. Sekurang-kurangnya sekali dalam seumur hidup seseorang Muslim akan mengerjakan haji pada bulan Zulhijjah setiap tahun di tempat tersebut.

Apabila air yang dibawa oleh Siti Hajar habis, Nabi Ismail a.s. yang ketika itu masih lagi seorang bayi mula menangis meminta susu. Siti Hajar yang mula gelisah mula mencari air di antara Bukit Safa daripada Jabal Qubais hinggalah ke Bukit Marwa. Dalam suasana yang kelam kabut itu Nabi Ismail a.s. yang sedang menangis menghentakkan kakinya di atas tanah. Dengan izin Allah SWT, maka air keluar daripada tanah yang dihentak Nabi Ismail a.s. Sebuah telaga dibina kemudian dan dikenali sebagai Telaga Zamzam. Akibat daripada peristiwa tadi maka selamatlah Siti Hajar dan anaknya.

“ Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?, Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka`bah) itu sia-sia?, Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)”.

“Sesungguhnya pojok (hajar aswad) dan maqam Ibrahim adalah batu mulia yang berasal dari bebatuan surga, yang Allah hilangkan cahayanya, andai saja tidak dihilangkan maka keduanya akan menyinari seluruh ufuk timur dan barat”. Tirmidzi dalam “Sunan Tirmidzi: 804).

“Sesungguhnya Shafaa dan Marwah adalah sebahagian dari syi`ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa`i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui”.

“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.

sejarah kota makkah, sejarah makkah, kota mekkah, umroh murah bekasi

Mengenal Sejarah Makkah Al Mukaromah Bersama Umroh Murah Bekasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *