Kota Madinah Saksi Sejarah Kesabaran Muslim

umroh-murah-bekasi-di-masjid-nabawi

Kota Madinah. Kesabaran merupakan moralitas yang penting dijadikan sebagai salah satu perangai dalam diri setiap muslim agar menjalani kehidupan ini dengan kecermatan dan kehati-hatian. Segala hal akan dicapai melalui strategi dan proses yang terukur. Dan semua itu membutuhkan kesabaran dalam melakukannya. Motif-motif personal dan keserakahan adalah hambatan yang sangat serius dalam membangun masyarakat.

Kota Madinah Saksi Sejarah Kesabaran Muslim

Madinah menjadi saksi sejarah betapa pentingnya kesabaran dalam konteks kebersamaan. Masa-masa sulit harus dilalui dengan kesabaran yang penuh dari seluruh unsur masyarakat. Sebab setelah kesulitan akan selalu datang kemudahan. Itulah pesan yang dikabarkan Tuhan kepada Nabi, dan kemudian ditransformasikan kepada umatnya.

Bagitu pula, Nabi menekankan pentingnya kasih sayang. Kasih menjadi pengikat yang sangat kuat, baik dalam konteks internal umat Islam maupun konteks umat yang lebih luas. Pentingnya kasih, karena Tuhan adalah pemilik kasih tertinggi, yang dikenal dengan nama al-Rahman. Dan Nabi adalah makhluk yang mempunyai kasih yang amat besar, dan dikenal dengan al-Rahim. Dalam kasih yang kedua, bahwa kasih Tuhan diberikan kepada Nabi, sehingga beliau dapat memimpin umatnya dengan cinta kasih. Allah SWT berfirman di dalam Al Quran, Dan kasik-Ku amat luas, maka Aku akan mencatatnya bagi orang-orang yang bertakwa, menunaikan zakat dan mereka yang beriman kepada ayat-ayat kami. Yaitu mereka yang mengikuti ajaran Nabi yang ummi (QS. Al-A’raf [7]: 156-157).

Nabi memandang kasih yang dianugerahkan kepada setiap insah harus digunakan sebaik mungkin agar kehidupan jauh dari konflik dan kekerasan. Kehidupan pra Nabi di Madinah adalah kehidupan tanpa kasih. Mereka hanya mengutamakan kepentingan individu dan kelompok. Diantara mereka hidup berdampingan tanpa ada solidaritas dan kasih diantara mereka. Karenanya, kehidupan mereka rentan pada perpecahan.

Kota Madinah menjadi saksi sejarah betapa pentingnya kesabaran dalam konteks kebersamaan.

Pada suatu hari Aqra bin Haris mencium Hasan dan Husein, kedua cucu Nabi. Aqra mengisahkan kepada beliau, bahwa ia mempunyai sepuluh anak dan belum pernah mencium salah seorang diantara mereka. Kemudian Nabi bersabda, Apakah kamu mau jika Allah SWT mencabut kasih yang terdapat dalam hatimu? Seseorang yang tidak mengasihi, maka ia tidak akan dikasihi.

Kasih sayang harus dimulai dari sejak dini, sehingga mempunyai dampak yang kuat bagi anak-anak. Mereka harus dibesarkan dengan kasih sayang, sehingga mereka dapat mengasihi kedua orang tuanya, saudara-saudaranya, dan orang lain. Pembelajaran Nabi selama di Madinah memberikan makna yang sangat mendalam, bahwa moralitas publik harus dijadikan sebagai fondasi yang kuat dalam rangka mengantisipasi munculnya keretakan sosial.

Nabi telah berhasil mentransformasikan moralitas publik dengan sangat baik. Nilai-nilai tersebut masih menggema hingga sekarang ini, baik di Madinah maupun di negeri muslim lainnya. Gema Islam sebagai agama rahmatan lil alamin terus membahana dalam rangka menggugah hati setiap umat, bahwa ajaran islam adalah sejarah yang membangun persamaan dan persaudaraan.

Madinah menjadi saksi sejarah betapa pentingnya kesabaran dalam konteks kebersamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *