Sejarah Fathu Makkah atau Pembebasan Kota Makkah

penaklukan-kota-mekkah

Sejarah Fathu Makkah atau Pembebasan Kota Makkah. Tanggal 17 Ramadhan 8 H, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam meninggalkan Marra Dzahran menuju Makkah. Sebelum berangkat, beliau memerintahkan Abbas untuk mengajak Abu Sufyan menuju jalan tembus melewati gunung, berdiam di sana hingga semua pasukan Allah lewat di sana. Dengan begitu, Abu Sufyan bisa melihat semua pasukan kaum muslimin. Maka Abbas dan Abu Sufyan melewati beberapa kabilah yang ikut gabung bersama pasukan kaum muslimin. Masing-masing kabilah membawa bendera. Setiap kali melewati satu kabilah, Abu Sufyan selalu bertanya kepada Abbas, “Kabilah apa ini?” dan setiap kali dijawab oleh Abbas, Abu Sufyan senantiasa berkomentar, “Aku tidak ada urusan dengan bani Fulan.”

Sejarah Fathu Makkah atau Pembebasan Kota Makkah

Kemudian, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam memerintahkan agar bendera di tangan Sa’d diambil dan diserahkan kepada anaknya, Qois. Akan tetapi, ternyata bendera itu tetap di tangan Sa’d. Ada yang mengatakan bendera tersebut diserahkan ke Zubair dan ditancapkan di daerah Hajun.
Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam melanjutkan perjalanan hingga memasuki Dzi Thuwa. Di sana Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam menundukkan kepalanya hingga ujung jenggot beliau yang mulia hampir menyentuh pelana. Hal ini sebagai bentuk tawadlu’ beliau kepada Sang Pengatur alam semesta. Di sini pula, beliau membagi pasukan. Khalid bin Walid ditempatkan di sayap kanan untuk memasuki Makkah dari dataran rendah dan menunggu kedatangan Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam di Shafa. Sementara Zubair bin Awwam memimpin pasukan sayap kiri, membawa bendera Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dan memasuki Makkah melalui dataran tingginya. Beliau perintahkan agar menancapkan bendera di daerah Hajun dan tidak meninggalkan tempat tersebut hingga beliau datang.
Kemudian, beliau perintahkan untuk menghapus semua gambar yang ada di dalam Ka’bah. Seusai shalat beliau mengitari dinding bagian dalam Ka’bah dan bertakbir di bagian pojok-pojok Ka’bah. Sementara orang-orang Quraisy berkerumun di dalam masjid, menunggu keputusan beliau shallallahu ‘alahi wa sallam.

Daya Tarik Ziarah Seputar Kota Makkah
Daya tarik Mekah, bukan hanya dikarenakan sebagai tempat dilaksanakannya ibadah umroh dan haji. Sebagai kota kelahiran Islam, kota ini memiliki sejumlah objek wisata haji Makkah berunsur sejarah religi. Nilai sejarah dengan dimensi religious umat muslimnya yang tinggi menjadi factor utama mengapa sejumlah objek wisata haji Makkah layak kita kunjungi.
Daya tarik Mekah, bukan hanya dikarenakan sebagai tempat dilaksanakannya ibadah umroh dan haji. Sebagai kota kelahiran Islam, kota ini memiliki sejumlah objek wisata haji Makkah berunsur sejarah religi. Nilai sejarah dengan dimensi religious umat muslimnya yang tinggi menjadi faktor utama mengapa sejumlah objek wisata haji Makkah layak kita kunjungi.

Tidak hanya wisata haji Makkah yang penuh sejarah, ada juga wisata haji Makkah yang menyediakan objek cukup modern dan futuristik, sebut saja sebuah jam raksasa yang dikenal dengan berbagai sebutan, Giant Clock Tower Mekka, Menara Jam Raksasa, Abraj Al-Bait Towers atau Mecca Royal Hotel Clock Tower, yang kini memegang rekor sebagai jam terbesar dunia. Wisata Haji Makkah Jam Raksasa Jam super besar ini menjadi objek wisata haji Makkah yang harus dikunjungi. Jam yang berada di ketinggian 600 meter dengan diamater lingkaran jam 40 meter berdiri di puncak pencakar langit tertingi kedua sesudah Burj Khalifa di Dubai. Diameter jam ini menjadi yang terbesar di dunia setelah mengalahkan jam Cevahir Mall di Istanbul yang berdiameter 36 meter. Ukuran menara jam bermuka empat ini juga mengalahkan ukuran menara Big Ben di London, dimana bulan sabit berwarna emas super besar berdiamater 23 meter terpasang di atas puncak menara. Jam ini kini menjadi ikon Arab Saudi karena akan langsung terlihat dari jarak 25 kilometer di pusat kota. Mega proyek ini sendiri dirancang oleh para insinyur Swiss dan Jerman dengan menelan biaya US$ 800 juta.

Masjid Al-Haram ini merupakan salah Masjid yang wajib didatangi, terutama bagi jamaah haji atau umroh yang menjalankan rukun umroh atau haji disini. Banyak monumen bernilai sejarah tinggi yang bisa kita temui disini, dari mulai Ka’bah, Hajar Aswad yang menempel di Ka’bah, Maqam Ibrahim, Hijr Ismail, Sumur Zamzam, Mizabe Rahmah dan Multazam. Jannatul Mualla Pemakaman di Mekah yang dikenal juga dengan nama Al-Hajun. Disebut-sebut sebagai makam suci kedua setalah pemakaman Baqi di Madinah. Di Al-Hajun dimakamkan keluarga Nabi Saw a.l. Abdul Muthalib, Siti Aminah, Abu Thalib, Siti Khadijah, dan putra beliayu, Qasim.

Gua Hira – Jabal Nur Gua Hira yang berada di lereng Jabal Nur ini merupakan saksi bisu tempat menyendirinya Nabi SAW sampai memperoleh wahyu pertamanya. Jabal Nur merupakan salah satu dari bukit batuan yang terletakn di timur laut dan mengelilingi Mekah. Untuk mendaki bukit batu-batuan yang berjarak sekitar 6 KM dari Ka’bah ini memerlukan waktu sekitar 1,5 jam. Gua Tsur – Jabal Tsur Gua ini menjadi saksi bisu bersembunyinya selama tiga hari tiga malam Nabi SAW bersama Abu Bakar dari kejaran kaum kafir Quraisy saat proses hijrah Rasul ke Madinah.

Sejarah Fathu Makkah atau Pembebasan Kota Makkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *